You are viewing erlinaz

Previous Entry | Next Entry

Nasib TKI di Taiwan dan negara lainnya

Saya dulu pernah bekerja 2 tahun di Depnaker pemerintah Taiwan tapi sekarang sudah pindah kerja. Jadi saya ingin memberikan gambaran yang realistis dan blak-blak an tentang kenyataan hidup TKI di luar negeri itu walaupun gaji nya besar tapi kerjanya berat loh.

Kira-kira 90% TKI yang bekerja di negara nan jauh di sana mungkin bertemu majikan baik dan hidup sejahtera dan bisa menabung, kira-kira 10% nasibnya malang dan bertemu berbagai masalah, dan akan "dibuang" kasus TKI tersebut ke depnaker dan diurus oleh depnaker negara setempat. Kasus "berat" yang saya tangani perbulan di Depnaker Taiwan kira2 10-40 kasus TKI, rata2 70% masalah karena dipotong gajinya oleh agency Taiwan atau agency Indonesia. Dan sehari bisa menerima telepon pengaduan oleh para TKI kira2 10-20 kasus.

Dan saya ingin memberi sisi pandang yang berbeda dari agency tenaga kerja yang selalu kasih mimpi muluk ke anak-anak desa untuk jadi pahlawan valas alias TKI. Dan dengan disengaja memberi contoh kasus yang paling "parah" agar gambaranya jelas dan kontras. Setelah TKI bekerja di luar negeri, biasanya agency Indonesia angkat tangan karena tidak bisa ganggu gugat dengan partner nya yang agency Taiwan, dan akhirnya kalau ada TKI bermasalah seperti dipotong uang oleh majikan atau agency, atau dipukul or diperkosa akhirnya semua masalah akan diurus oleh depnaker Taiwan dan agency buang muka dan tak tahu bagaimana cara menyelesaikan kasus2 berat tersebut.

TKI (Tenaga Kerja Indonesia) sering disebut2 oleh para pejabat sebagai pahlawan valuta asing, dan memang kenyataannya TKI sepertinya adalah "aset ekspor" terbesar Indonesia untuk mendapatkan valas. TKI yang dibahas di sini bukan white collar, melainkan blue collar worker

TAIWAN
Ada kabar burung bawah mulai Maret 2009, pemerintah Taiwan akan menutup dan tak akan memberikan visa kerja untuk TKA (Tenaga Kerja Asing) dari Indonesia karena krismon global.

Dan mungkin juga karena memang TKA dari Indonesia adalah yang banyak "kasus". Disebabkan potongan 2 kali dari agency Indonesia dan agency Taiwan. TKI yang ingin kerja di pabrik Taiwan diminta membayar kira-kira 20-30 jt dari agency Indonesia dan di Taiwan masih akan diperas sekali lagi oleh agency Taiwan sebanyak kira-kira setahun. Jadi pemerintah Taiwan juga sudah pusing juga dengan masalah2 TKI di Taiwan, dan pemerintah Indonesia dengan hanya embassy Indonesia dengan pegawai puluhan orang di Taipei, sama sekali kurang tenaga kerja untuk mengurusi TKI yang kira-kira puluhan ribu di seluruh Taiwan.

TKI yang pergi ke Taiwan dibagi dalam 3 jenis: buruh pabrik, perawat rumah tangga dan nelayan. Nelayan jumlahnya sangat kecil, dan Taiwan tidak mengizinkan masuknya pembantu rumah tangga, hanya boleh perawat rumah tangga untuk orang tua, anak kecil atau orang yang sakit parah. Tapi kenyataannya banyak juga TKI dimasukan dengan nama perawat dan akhirnya kerja jadi pembantu.

Dengan gaji buruh pabrik NT 17,280 (sekitar 5 jt, masih ada tambahan uang lembur yang tergantung jumlah kerja tiap TKI)  dan perawat rumah tangga NT 15,840 (sekitar 4,5 jt) dan visa kerja 3 tahun setiap kalinya, dan maksimal kerja paling lama 9 tahun di Taiwan. Untuk gaji 4-5 jt sudah lebih tinggi dari rata2 pegawai kantoran di Jakarta, tapi tahun pertama gaji TKI biasanya dipotong biaya agency Taiwan dan Indonesia. Jadi tahun ke 2,3 baru bisa menabung. Dan bila TKI tersebut bisa lancar kerja 3 tahun biasanya sudah bisa menabung 50-60 jt, bahkan ada yang 100 jt dan bisa beli tanah dan rumah di kampung.

Tapi masalahnya sering juga ada TKI yang dipecat majikannya dan dipulangkan, atau kabur dan jadi TKI illegal setelah ditangkap polisi dipulangkan. Sekarang salah satu masalah sosial paling runyam di Taiwan adalah pekerja asing yang akhirnya menjadi pekerja seks dan mengambil alih semua market pekerja seks lokal Taiwan, sehingga mereka menjadi pengganguran (see the irony?), dan jadinya pekerja seks lokal suka demonstrasi mulu, bukan hanya karena jadi pengganguran tapi karena juga ingin menglegalkan pelacuran jadi kaya "Red District Area" di Eropa. Dan parahnya ada juga pekerja asing yang bersedia dibayar dengan hanya satu lembar kartu telp seharga NT 200 (Rp 60,000). Malang nian nasibnya.

Karena pernah membantu kepolisian dan pengadilan melacak jaringan human trafficking di Taiwan, kita tahu dari rekaman dan investigasi percakapan telp pekerja asing dan calo, ada pekerja asing yang terang2 an "kabur" dari kerjaan, visa kerja sudah 3 tahun dan seminggu sebelum waktunya untuk harus pulang ke Indonesia, perawat nya mencari "client" sendiri karena merasa gaji nya bisa 300% lebih banyak kalau bekerja di pub dan diskotik. Tapi ada juga yang "dijual" oleh organisasi human trafficking dan itu biasanya gajinya malah cuma 50% dari gaji TKI legal.

Dan tidak seperti yang biasa dilakukan NGO yang cuman mati2 an membela semua pekerja asing, tidak peduli pekerja nya sendiri yang salah atau emang benar2 "korban" human trafficking. TKI illegal yang dengan niat nya sendiri sengaja ingin mencari "lowongan" pekerja seks sendiri, seharusnya diberi ajaran hukum agar tidak melanggar hukum di kemudian hari, dan bukannya dibela2 matian di pengadilan, karena dasarnya memang TKI tersebut yang salah. Harusnya melihat dulu dari kasus per kasus, karena memang ada juga pasien Taiwan yang sakit berat atau hampir meninggal karena ditinggal pergi perawatnya tanpa penjagaan siapapun juga. Tapi biasanya NGO cuma akan melindungi hak asazi pekerja asing yang lebih lemah kedudukannya, dan takkan mau tau dengan keadaan majikan karena dianggap toh, majikan orang lokal dan bisa mengurus dirinya sendiri.

Biasanya kalau ada kasus ilegal, TKI tersebut tak akan bisa banyak menabung karena juga dipotong sana-sini dari gangster dll, dan kalau dipulangkan ke Indonesia akan ditunggu hutang yang besar yang dipinjem untuk pergi keluar negeri.

TKI di Taiwan diwajibkan rajin dan bersikap sopan, karena majikan Taiwan paling tidak tahan dengan attitude yang tidak sopan.

HONGKONG
Hongkong cuma mengijinkan TKW (Tenaga kerja wanita) untuk pekerja dalam rumah, tidak ada pekerja di pabrik, soalnya Hongkong memang kecil dan pabrik semua di Mainland China. Karena biasanya apartemen Hongkong sangat amat kecil, jadi TKI sering dikasih kamar yang kecillllll sekali atau tidur di sofa barangkali.

Gaji di Hongkong juga sekitar 4-5 jt, dan seringkali melihat TKI lesbian pacaran di jalan2 Hongkong, karena tidak ada pekerja asing laki2 jadi cuma bisa pacaran dengan sesama perempuan. Biasanya TKI Hongkong sangat modis (karena Hongkong sebagai surga belanja, sering ada diskon 80-90% untuk Hang Ten, Giordano, dll), makanya di Hongkong dan Taiwan, Giordano, Hang Ten, Baleno kerap dianggap merk baju mbak2, karena sepanjang tahun diskon melulu, tapi kalo di mal-mal di Jakarta, yag ampun, harganya mahal sekali.

TKI Hongkong juga sering punya HP dan kamera yang mahal2. Kalau weekend, di taman kota dan di jembatan layang di Hongkong sering terlihat banyak mbak2 TKW gelar tikar di tepi jalan dan mulai tukar2 makanan indonesia yang dimasak sendiri atau dibeli di toko Indonesia. Hari minggu adalah hari libur wajib pekerja, jadi TKI berhak dan pasti keluar main. Tapi ada juga yang nasibnya malang dan disuruh lembur, tapi biasanya juga dikasih uang lembur. Sebenarnya kayanya mbak2 lumayan hepi juga karena bisa ngobrol dan piknik bareng ama temen2nya, tapi orang Hongkong suka bt karena ribut dan bikin jalan2 sempit di Hongkong tambah sempit.

TKI di Hongkong diwajibkan kerja cepat, tepat dan efficient, soalnya orang Hongkong lebih mementingkan cepat......untuk segala hal.

SINGAPORE
Sama seperti Hongkong, Singapore dengan tanah yang sangat kecil, TKI juga biasanya tinggal di apartemen yang sangat kecil, juga sama pakai baju modis dan beli HP mahal. Di Singapore masih banyak orang yang bisa bahasa Melayu dan makan makanan Indonesia jadi TKI di Singapore culture shock nya mungkin lebih sedikit

Pemerintah Singapore menerapkan gaji tenaga kerja asing blue collar lebih rendah dari UMR penduduk lokal Singapore, dan majikan diterapkan pajak sangat tinggi kalau ingin memakai tenaga kerja asing, untung melindungi peluang kerja di Singapore. Tapi karena tidak dipotong sana-sini oleh agency Singapore, jadi harusnya gaji nya masih lumayan. Tidak seperti Taiwan, yang gaji tenaga kerja asing sama dengan UMR taiwan, tapi masih sering dipotong sana-sini dengan biaya tak jelas dari agency.

KOREA
Pemerintah Korea tidak mengizinkan TKI masuk ke korea melalui agency tenaga kerja seperti negara2 lainnya, semua pemasukan TKI dilakukan langsung oleh kerja sama pemerintah Korea - Indonesia, jadi TKI bisa menabung banyak karena tidak usah dipotong biaya agency Korea dan Indonesia. Biasanya diambil TKI lelaki untuk kerja di pabrik, dengan visa kerja 2 tahun, dan jam kerja panjang 12 jam sehari. Tapi masih banyak yang berbondong2 ingin ke Korea, karena memang gajinya 5-6 jt (dengan lembur bisa lebih tinggi lagi), lebih tinggi dari Taiwan, Hongkong, Singapore karena tidak dipotong biaya agency

Tapi orang Korea terkenal "kasar", dan denger-denger desas-desus sih, management nya sering "mendidik" TKI dengan cara dipukul, jadi serem juga

JEPANG
TKI ke Jepang untuk kerja di pabrik dan sebagai nurse (ini perawat di rumah tangga bukan yag? atau perawat di rumah sakit?). Gaji kerja di Jepang juga harusnya lumayan besar. Tapi kerja di Jepang juga berat dan mungkin stress, karena orang Jepang punya standard kerja yang tinggi sekali. Untuk yang berminat silahkan lihat di http://dedebayi.multiply.com/journal/item/25/PENERIMAAN_TENAGA_PERAWAT_KE_JEPANG_

MALAYSIA
Gaji relatif rendah dibanding negara lain, kira2 1.5 juta. tapi persyaratan TKI paling mudah, dan budaya paling mirip dengan Indonesia, jadi TKI dari Jawa dengar2 sudah jarang yang bersedia kerja di Malaysia, dan sekarang lebih banyak dari Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur yang bersedia menjadi TKI ke Malaysia.

kontribusi dari bambang2000
BRUNEI DARUSALAM
TKI dipotong biaya dari agency Indonesia dan juga agency Brunei. Bisa dibilang dikupas kulitnya 2 kali.

SAUDI ARABIA
Karena sama2 negara dengan banyak penduduk Islam, jadi banyak juga TKI senang ke Saudi Arabia, dan mungkin pikirnya biar bisa deket kalo mau naek haji. Gaji Saudi Arabia relatif tinggi karena negara penghasil minyak. Tapi makanan dan cuaca juga jauh berbeda dari Indonesia, jadi mungkin culture shock masih lumayan besar.

US (AMERIKA SERIKAT)
Cuma pernah dengar cerita temen nya temen, kalau bibi nya seseorang kerja di Hawaii, tiap tahun liburan 2 bulan, gaji antara 10-12 jt, dan kerja jadi pembantu rumah tangga, bersih2 dan masak, dan banyak waktu luang. Kayanya hidupnya bahagia sekali.
Tapi pernah juga baca di koran, 2 TKW dipukuli dan dianiya majikan kaya raya yang istrinya juga orang Indonesia. TKW tersebut disuruh tidur di lantai dapur dan makan dari lantai, tubuhnya penuh luka2 dan setelah 1-2 tahun berhasil kabur keluar rumah dan ditolong polisi. Akhirnya majikannya disita rumah dan hartanya dan dipenjara beberapa tahun. Itu berita lama, jadi cuma kira2 ingat kejadian nya demikian

CANADA
Semua pekerja asing yang ingin melamar visa kerja di Canada, harus punya rekomendasi dari negara lain. Jadi biasanya TKI yang sudah pernah kerja di Saudi Arabia, Hongkong, dll dan dapat rekomendasi bagus dari majikan sebelumnya baru bisa mendaftar visa di Canada. Karena pemerintah Canada mewajibkan meyeleksi pekerja dengan kualitas bagus saja yang bisa kerja di Canada. Tapi gaji di Canada relatif hampir sama dengan US, dan peraturan hukum pekerja sangat bagus dan sangat melindungi hak-hak pekerja.


Kontribusi dari arjunasama:
BELANDA
Semua TKI yang bekerja ke Belanda dilindungi oleh peraturan hukum pemerintah Belanda, yang menjaga hak asazi manusia tanpa membedakan rasnya, sehingga alangkah bahagianya kalau bisa sampai bekerja di negara maju dengan budaya etika yang sangat terhormat. Sehingga UMR Belanda untuk orang single yang belum menikah dan berkeluarga adalah sebesar 1300 euro (kira2 20 jt) pun bisa dinikmati oleh TKI yang bekerja di Belanda, dan dari gaji 1300 euro itu sudah gaji bersih, sudah terpotong biaya pajak dan asuransi kesehatan.

Perawat rumah tangga yang tugasnya mungkin hanya membereskan sprei saja dapat menerima gaji 1800 euro (kira2 27 jt)per bulannya, dan jam kerjanya punya hanya 5 hari dalam seminggu, 8 jam dalam sehari. Wah, sudah seperti pegawai kantoran di Jakarta, tapi gaji TKI di Belanda hampir 10 kali lipat dari gaji pegawai kantoran. Tak heran, banyak orang berbondong2 ingin jadi TKI ke luar negeri. Dan bila majikan menginginkan TKI untuk lembur, maka TKI berhak mendapatkan uang lembur, uang lembur perjam adalah sebesar 1.5 lipat dari gaji normal. Tapi TKI harus mencari tempat tinggal sendiri, dan rata2 harga sewa kamar kos sekitar 150 euro perbulannya. Dan biaya makan juga harus ditanggung sendiri oleh TKI. Biaya transportasi umumnya ditanggung sendiri terlebih dahulu oleh TKI kemudian majikan akan menggantikan uang transportasi tersebut.

Belanda pernah menjajah Indonesia selama 300 tahun, dan pada masa silam seringkali rakyat Indonesia dikirim ke negeri kincir angin ini untuk bekerja, jadi sampai sekarang masih banyak warga keturunan Indonesia yang tinggal di Belanda. Sehingga masih banyak budaya Indonesia yang bisa dilihat di Belanda. Makanan pun mulai dari tempe sampai duren, sangat mudah didapat di Belanda. 

Bila TKI dipecat dengan alasan perusahaan bangkrut, maka TKI berhak mendapat uang pesangon sebesar minimal 30,000 euro (kira2 450 jt). Dan TKI berhak menerima uang bantuan sosial dari Departemen Tenaga Kerja Belanda sebesar 1100 euro (kira2 16 jt) selama 6 bulan.
Dan Depnaker Belanda wajib mencarikan pekerjaan lain yang sesuai untuk TKI yang di PHK tersebut. Bila setelah 6 bulan berikutnya tetap tak dapat dicarikan pekerjaan pengganti yang sesuai untuk TKI, maka TKI tersebut berhak mendapat gaji sebesar 600 euro (kira2 9 jt) sampai batas usia pensiun yaitu 63 tahun.

Untuk TKI yang sudah berkeluarga, maka bantuan sosial dari pemerintah Belanda bahkan lebih besar lagi. Ada trend sosial di Jepang, Perancis dan banyak negara Eropa yang terkenal tidak ingin melahirkan anak, dan akibatnya populasi masyarakat Eropa semakin lama semakin menua. Mungkin karena ratio kelahiran yang memprihatikan, maka pemerintah Belanda memberikan tunjangan sosial untuk setiap anak yang dilahirkan, orang tuanya berhak menerima 600 euro selama 3 bulan per balita.

Dan negara - negara Eropa pada umumnya menggunakan sistem sosialisme, yang berada di tengah2 sistem Komunisme (contoh: China, Korea Utara) dan Liberal (contoh: Amerika Serikat), jadi dengan pajak yang tertinggi di dunia, pemerintah Belanda dapat menggunakan pajak tersebut untuk membiayai tunjangan sosial yang sangat baik untuk masyarakat pada umumnya. Di Belanda, biaya sekolah, biaya rumah sakit dan pemeriksaan kesehatan ditanggung pemerintah, alhasil semau biaya tersebut GRATIS.

Keadaan hidup TKI di Belanda ini bisa dikatakan hampir sama dengan berbagai negara Eropa lainnya, seperti Jerman, Belgia. Bahkan negara2 seperti Swedia dan Denmark memiliki sistem tunjangan sosial yang lebih baik dari Belanda. Dan negara Inggris boleh dikatakan sedikit lebih buruk dari Belanda, tapi saya yakin masih jauh sekali bedanya dengan keadaan di negara kita sendiri, Indonesia.

=================================================================
Jadi untuk yang lagi mikir2 mau jadi TKI di luar negeri, harap pertimbangkan baik2 dulu sisi baik dan buruknya. Bekerja di negeri orang lain mungkin gajinya jauh lebih besar daripada Indonesia, tapi tekanan kerja juga besar. Kalo semua lancar bisa nabung banyak sekali, tapi kalo tidak lancar resiko juga tinggi.

Jadi semoga aja semua TKI yang kerja di luar, bisa lancar2 semua dan bisa pulang bawa tabungan yang banyak dan menaikan taraf hidup nya, dan banyak sekali looo TKI yang berhasil menabung dan menyekolahkan semua anak-anak nya sampai kuliah dan akhirnya bisa buka usaha kecil-kecil an dan jadi orang kaya deg. Wag senengnya kalo semuanya happy ending kaya gini....setuju?

Comments

Profile

erlinaz
erlinaz

Latest Month

April 2009
S M T W T F S
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
Powered by LiveJournal.com
Designed by chasethestars